Kamis, 02 April 2009

apa ya?

Ketika bumi telah rapuh oleh keserakahan manusia dan manusia mulai bosan dengan kebekuan teknologi canggih yang menghimpitnya, manusia pun mulai kembali melihat jejak pendahulunya, mencari kesamaan putaran takdir guna mencari jawaban permasalahannya.

Menelisik kembali era tahun 1860-1880, era yang menjadi awal perkembangan pesat peradaban manusia berkat teknologi. Adalah masa ketika manusia yang terkungkung oleh mekanisasi Revolusi Industri berusaha menemukan kembali sisi humanisnya. Ketika aliran seni Pre-Raphaelite Brotherhood berusaha mencari jawaban dalam imajinasi nostalgia, kembali ke mitos dan legenda Yunani Kuno.

Diwujudkan dalam koleksi yang menggabungkan gaya Victorian dengan gaya Yunani Kuno. Tertuang dalam gaun chiffon dengan sentuhan draperi dan pleats, terinspirasi dari gelembung khiton dan balutan himation yang merepresentasikan keanggunan dewi-dewi Yunani Kuno. Kian berarti tatkala disandingkan dengan coat tailored ala Victorian, dengan lekuk-lekuk khas a la Polonaise dan gelembung lengan nan unik. Paduan feminin dan maskulin yang ditata apik, yang menjadi ciri khas Nuniek Mawardi.

Warna-warna kuat nan elegan seperti merah marun, biru dongker, indigo, coklat gelap, hitam, hijau botol, memberi nuansa akhir abad ke-19 yang kental, berpadu dengan warna gading, putih, dan warna nude lain yang mengimajikan nuansa Yunani Kuno.

Motif garis-garis, bentuk geometris nan unik, serta keberadaan detail sulaman merepresentasikan kekayaan detail yang menjadi ciri khas aliran seni Pre-Raphaelite Brotherhood, yang juga muncul dalam seni Yunani periode Arkais.

Penggunaan tenunan lurik ATBM, tenunan sutra ATBM, dan tenun gedokan merujuk pada teknik tenun masa silam. Seolah merepresentasikan tenunan kasar yang dipakai para ksatria dalam legenda. Sentuhan tangan manusia yang tertuang dalam suatu karya tenunan yang berasal dari serat alam mengembalikan sisi estetika humanis manusia. Paduannya dengan dengan bahan-bahan semi-sintetis seolah menyatakan bahwa kemajuan teknologi dewasa ini, yang tentunya tak dapat dielakkan, dapat berjalan sinergi dengan alam.

Kelembutan gaya Yunani di dalam coat bergaya tailored Victorian menyampaikan pesan bahwa setinggi dan sebesar apapun pencapaian manusia yang dimungkinkan oleh teknologi, hanyalah kelembutan hati yang dapat meredam keserakahan dan pertikaian. Adalah harapan bahwa segala kemajuan ini akan membawa hal baik bagi alam dan kemajuan peradaban, bukan malah menghancurkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar